CIANJUR – Kabupaten Cianjur dipercaya menjadi tuan rumah Gema Tunas V Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) tingkat Provinsi Jawa Barat 2026.
Perkemahan pendidikan nonformal tersebut akan digelar di Bumi Perkemahan Sarongge Valley, Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, pada 18-20 September 2026.
Kegiatan mengusung tema “Semangat Panca Waluya Menuju Jawa Barat Istimewa di Era Baru” dengan slogan “PKBM & SKB Berkarya, Berbakti, Peduli”. Gema Tunas V akan mempertemukan warga belajar pendidikan kesetaraan Paket B dan Paket C dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Ketua DPD Forum Komunikasi (FK) PKBM Kabupaten Cianjur, Deni Abdul Kholik, mengatakan Gema Tunas V tidak hanya menjadi ajang perkemahan, tetapi juga sarana pembinaan karakter, kemandirian dan kedisiplinan bagi warga belajar pendidikan nonformal.
“Kegiatan Pramuka pendidikan nonformal ini dirancang sebagai ajang pembinaan karakter, kemandirian dan kedisiplinan. Sekaligus menjadi ruang bagi warga belajar Paket B dan Paket C untuk mengembangkan potensi diri melalui kegiatan kepramukaan dan aktivitas kebersamaan,” ujarnya, Senin (31/8/2026).
Menurutnya, setiap kabupaten dan kota di Jawa Barat akan mengirimkan satu kontingen resmi yang terdiri atas 23 orang.
Kontingen tersebut terdiri dari satu regu putra beranggotakan 10 warga belajar Paket B/C, satu regu putri dengan 10 warga belajar, dua pembina pendamping untuk masing-masing regu putra dan putri, serta satu peninjau atau official daerah.
Untuk memastikan pelaksanaan berjalan tertib, panitia menetapkan sejumlah persyaratan administrasi yang harus dipenuhi peserta saat melakukan registrasi di lokasi perkemahan.
Dokumen yang harus disiapkan meliputi surat tugas resmi dari kepala dinas pendidikan kabupaten/kota, Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) warga belajar Paket B/C, bukti status aktif berupa kartu tanda warga belajar atau surat keterangan aktif dari kepala PKBM/SKB, surat keterangan sehat asli dari dokter atau puskesmas, serta tiga lembar pasfoto ukuran 3×4 dengan latar belakang merah dan mengenakan seragam Pramuka.
“Persyaratan tersebut disiapkan untuk memastikan seluruh peserta tercatat secara resmi serta memenuhi ketentuan kesehatan dan administrasi yang berlaku,” tegas Deni.
Ia berharap pelaksanaan Gema Tunas V dapat memperkuat peran pendidikan nonformal dalam membangun karakter warga belajar di Jawa Barat.
Selain menjadi wadah pengembangan potensi, kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya generasi yang mandiri, disiplin, peduli terhadap lingkungan dan memiliki daya saing.
“Perhelatan di Sarongge Valley Cianjur diharapkan menjadi momentum bagi warga belajar PKBM dan SKB se-Jawa Barat untuk memperkuat semangat berkarya, berbakti, peduli, dan membangun kebersamaan melalui pendidikan nonformal,” pungkasnya.(DM)

