CIANJUR – Tiga inovasi pelayanan kesehatan mengantarkan Kepala Puskesmas Sukanagalih, Utari Doriomas, meraih penghargaan ASN Terinovatif dalam peluncuran manajemen talenta Pemerintah Kabupaten Cianjur.
Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Horison Resort Tulip Puncak Cipanas, Senin 26 Oktober 2026 malam. Acara itu turut dihadiri unsur Forkopimda, Forkopimcam, serta ASN se-Kabupaten Cianjur.
Utari mengatakan, penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus mengembangkan inovasi pelayanan kesehatan. Bersama timnya, ia berupaya menjawab berbagai persoalan masyarakat melalui program pembaruan selama tiga tahun terakhir.
“Di tengah dinamika zaman dan ekspektasi publik yang semakin tinggi, inovasi menjadi kunci utama agar birokrasi tidak stagnan,” katanya, Senin (27/20/2026).
Ia menjelaskan, timnya mengembangkan inovasi berbeda setiap tahun. Pada 2024, mereka menghadirkan Si Mamat Ganteng atau Aksi Remaja Sehat Cegah Anemia dan Stunting.
Kemudian pada 2025, mereka mengembangkan Pendekar Pintar, yakni Penjaringan dan Deteksi Dini oleh Kader tentang Penyakit Tidak Menular.
Sementara pada 2026, Utari bersama tim mengusung Kampung Emas Mentari, singkatan dari Eliminasi Masalah Anemia Stunting Menuju Target Nol Kematian Ibu dan Bayi.
Menurut Utari, ketiga inovasi tersebut berhasil menjuarai lomba inovasi daerah tingkat Kabupaten Cianjur. Ia juga meraih penghargaan ASN Berprestasi tingkat Provinsi Jawa Barat pada 2025.
Utari menilai, inovasi merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan profesional seorang aparatur sipil negara (ASN). Inovasi dapat membantu menyederhanakan proses pelayanan serta memangkas alur birokrasi yang panjang.
“Sebagai seorang ASN, tuntutan untuk terus berinovasi dan berkreasi bukanlah sekadar pilihan, melainkan kewajiban moral dan profesional,” ujarnya.
Ia juga berupaya menerapkan inovasi pelayanan publik di tempat tugas yang baru. Sebelumnya, Utari pernah bertugas di Puskesmas Cijagang.
Namun, penerapan inovasi di Puskesmas Sukanagalih tetap menyesuaikan karakteristik masyarakat setempat. Penyesuaian itu mencakup kearifan lokal, kapasitas sumber daya, dan budaya masyarakat.
Utari menyampaikan terima kasih kepada Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Bupati Cianjur beserta jajaran atas penghargaan tersebut.
Ia berharap penghargaan itu tidak hanya menjadi pencapaian pribadi maupun kelembagaan. Menurutnya, apresiasi tersebut harus mendorong ASN untuk menjaga integritas dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Semoga apresiasi ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh ASN di Kabupaten Cianjur, khususnya teman-teman bidang kesehatan, untuk terus memberikan pengabdian terbaik demi kemajuan bangsa dan negara,” pungkasnya.(red)

