Site icon IDN Channel

Lerai Bentrokan Suporter, Camat Pasirkuda Malah Jadi Korban

Camat Pasirkuda Mokhamad Irfan Sofyan mengalami luka serius saat berupaya melerai bentrokan antar-suporter dalam pertandingan final Camat Cup.(foto: Rekan Media)

CIANJUR – Camat Pasirkuda Mokhamad Irfan Sofyan mengalami luka serius saat berupaya melerai bentrokan antar-suporter dalam pertandingan final Camat Cup di Lapangan Adimukti, Desa Pusakajaya, Kecamatan Pasirkuda, Kamis (1/10).

Irfan mengalami luka sobek pada kaki kiri dan patah tulang pada kaki kanan setelah terkena lemparan batu saat berada di tengah-tengah massa yang terlibat bentrokan. Ia sempat tersungkur dan tidak sadarkan diri sebelum akhirnya dievakuasi ke Puskesmas Pasirkuda.

Camat Pasirkuda Mokhamad Irfan Sofyan mengatakan, Camat Cup digelar sebagai wadah silaturahmi masyarakat sekaligus pencarian bibit unggul di bidang sepak bola. Turnamen tersebut merupakan aspirasi masyarakat dan para kepala desa di Kecamatan Pasirkuda.

Sejak menjabat sebagai Camat Pasirkuda pada 14 Mei 2025, Irfan mengaku telah melakukan kunjungan ke sembilan desa untuk memperkenalkan diri sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.

Salah satu aspirasi yang diterimanya adalah keinginan masyarakat untuk menggelar turnamen sepak bola antardesa. Setelah melalui berbagai pertimbangan dan koordinasi selama sekitar satu tahun, agenda tersebut akhirnya disepakati dan diberi nama Camat Cup.

Pemkab Cianjur dan Polres Siapkan 600 Personel Amankan Pilkades Serentak 2026

“Camat Cup ini merupakan keinginan masyarakat dan para kepala desa. Setelah melalui berbagai pertimbangan dan koordinasi, akhirnya kami menyetujui pelaksanaannya,” kata Irfan.

Sebelum turnamen digelar, pihak kecamatan mengumpulkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari kepala desa, organisasi kemasyarakatan, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, hingga unsur TNI-Polri dan Forkopimcam.

Sejumlah rapat juga dilakukan untuk memastikan pelaksanaan turnamen berlangsung aman dan kondusif. Kepengurusan Camat Cup kemudian dibentuk dengan melibatkan kepala desa, organisasi masyarakat, tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat.

Turnamen mulai digelar pada 4 September 2026 di Lapangan Desa Kalibaru hingga babak delapan besar. Sementara babak semifinal hingga final digelar di Lapangan Adimukti, Desa Pusakajaya.

Namun, pertandingan final antara Desa Simpang dan Desa Kalibaru pada 1 Oktober 2026 diwarnai keributan antarsuporter.

Forum BUMDes Cianjur Resmi Dibentuk, Bidik Penguatan Ekonomi Desa

Keributan pertama sempat dilerai petugas keamanan. Namun, pada babak kedua kembali terjadi keributan antara suporter kedua tim.

Dengan mempertimbangkan situasi keamanan, Camat Pasirkuda bersama panitia kemudian sepakat menghentikan pertandingan meski masih menyisakan waktu sekitar 19 menit.

Keputusan tersebut diambil untuk mencegah keributan kembali terjadi dan menghindari kemungkinan jatuhnya korban.

Situasi kemudian semakin memanas setelah beredar informasi mengenai dugaan rencana penyekatan terhadap rombongan suporter Desa Simpang di perjalanan.

Irfan lantas berkoordinasi dengan aparat TNI-Polri dan mengikuti pergerakan rombongan suporter. Saat terjadi bentrokan, ia bersama seorang anggota Satpol PP berupaya memisahkan kedua kelompok.

SMA Al Ma’moen Perkuat Prestasi, Literasi, dan Pendidikan Al-Qur’an

Namun, upaya tersebut justru membuat Irfan terkena lemparan batu. Ia mengalami cedera pada kedua kakinya hingga tersungkur di tengah kerumunan.

“Camat Pasirkuda dengan didampingi satu anggota Satpol PP berupaya melerai kedua belah pihak agar tidak terjadi korban jiwa. Namun, saat itu terkena lemparan batu,” ungkapnya.

Setelah aparat kepolisian dan TNI tiba di lokasi, bentrokan akhirnya dapat diredam. Irfan kemudian dievakuasi ke Puskesmas Pasirkuda dalam kondisi mengalami luka lebam, luka sobek pada kaki kiri, serta cedera serius pada kaki kanan.

Luka sobek pada kaki kiri harus mendapatkan jahitan. Sementara pemeriksaan terhadap kaki kanan menunjukkan adanya patah tulang akibat terkena lemparan batu.

Tidak terdapat korban dengan luka parah dari kalangan suporter. Sejumlah warga dilaporkan hanya mengalami luka memar.

Pasca-bentrokan, aparat gabungan dari sejumlah polsek dan koramil dikerahkan untuk mengamankan wilayah Kecamatan Pasirkuda. Pengamanan melibatkan personel Polsek Tanggeung, Pagelaran, Kadupandak, Cibinong, Cidaun, dan Sindangbarang, serta personel Koramil Pagelaran, Cibinong, dan Sindangbarang.

Pengamanan kemudian dilanjutkan dengan apel gabungan di depan Kantor Kecamatan Pasirkuda dan patroli untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.

“Alhamdulillah, berkat kesigapan semua pihak, keadaan kembali kondusif,” pungkasnya.(Red)

Exit mobile version