Site icon IDN Channel

Niat Usir Lalat Berujung Apes, Bakar Jerami Hanguskan Kandang Domba dan 2 Dapur Rumah di Cianjur

CIANJUR – Niat mengusir lalat dengan membakar jerami berujung petaka bagi Burhan (66), warga Kampung Martibabakan, Desa Sukamulya, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 10.30 WIB. Api pembakaran jerami yang diduga ditinggal tanpa diawasi melalap habis kandang beserta lima ekor domba di dalamnya, serta merusak bagian atap dapur dua rumah warga.

Sekretaris Desa Sukamulya Andriyansyah mengatakan, kebakaran diduga bermula saat pemilik kandang, Burhan (66), membakar jerami atau rumput kering di sekitar kandang domba. Pembakaran tersebut diduga dilakukan untuk mengurangi lalat di sekitar kandang.

Namun, karena faktor usia dan kondisi pendengaran yang sudah berkurang, pemilik diduga meninggalkan lokasi tanpa memastikan api benar-benar padam. Api kemudian membesar dan merambat hingga membakar kandang serta bagian atap dapur dua rumah warga di sekitar lokasi.

“Kejadiannya sekitar pukul 10.30 WIB. Pemilik kandang berusia sekitar 66 tahun. Di belakang rumahnya ada kandang domba, kemudian membakar jerami atau rumput. Kemungkinan untuk mengusir lalat. Karena sudah sepuh dan pendengarannya agak kurang, mungkin ditinggalkan,” ujar Andriyansyah.

Akibat kebakaran tersebut, lima ekor domba yang berada di dalam kandang tidak sempat diselamatkan dan seluruhnya mati terbakar.

Cianjur Jadi Tuan Rumah Gema Tunas V PKBM dan SKB Tingkat Jabar

Andriyansyah menuturkan, perangkat desa yang berada di lokasi kegiatan penutupan mahasiswa KKN langsung mendapat informasi mengenai kebakaran tersebut. Salah satu petugas desa kemudian mendatangi lokasi dengan membawa alat pemadam api ringan (APAR).

Namun, kobaran api sudah membesar sehingga tidak dapat dipadamkan menggunakan APAR. Warga kemudian bergotong royong melakukan pemadaman sambil menghubungi petugas pemadam kebakaran.

“Alhamdulillah warga kompak. Kami langsung ke lokasi dan menghubungi Damkar. Sekitar pukul 10.50 WIB, atau 20 menit kemudian, petugas Damkar datang dan langsung melakukan pendinginan,” katanya.

Pemadaman melibatkan dua unit pemadam kebakaran dari Pemerintah Kabupaten Cianjur dan satu unit dari Kodim. Babinsa serta Bhabinkamtibmas juga turut turun ke lokasi membantu penanganan kebakaran.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.

Bagong Mogok Korwil 5 Perkuat Gerakan Sosial di Cianjur, HUT ke-8 Diisi Bakti Sosial

Andriyansyah memperkirakan total kerugian akibat kebakaran mencapai sekitar Rp100 juta. Kerugian tersebut meliputi kandang domba, lima ekor domba, serta bagian rumah warga yang ikut terdampak kobaran api.

Sementara itu, Kapolsek Karangtengah AKP Yudi Heryanadi membenarkan adanya kejadian kebakaran kandang domba tersebut. Berdasarkan laporan sementara, kebakaran diduga dipicu aktivitas pembakaran jerami di sekitar kandang.

“Kebakaran kandang domba di Kampung Martibabakan, Desa Sukamulya, diduga akibat membakar jerami sehingga api meluas. Kerugian ditaksir sekitar Rp100 juta,” ujar Yudi.

Ia mengimbau masyarakat agar selalu mengawasi api ketika melakukan pembakaran sampah, jerami, rumput kering maupun aktivitas lainnya yang menggunakan api.

“Jika membakar sampah ataupun berurusan dengan api, agar selalu diawasi. Bila perlu sediakan air untuk mengantisipasi apabila terjadi hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.(**)

Kawal Empat Tuntutan PPPK Cianjur Perkuat Solidaritas
Exit mobile version