Site icon IDN Channel

Tak Kenal Lelah, Ibu Cucu Jajakan Makanan Ringan Demi Nafkah Keluarga dan Anak ABK

CIANJUR – Di tengah riuhnya perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapang Prawatasari Cianjur, Senin (17/8/2026), seorang ibu tetap berjuang mencari nafkah dengan menjajakan makanan ringan.

Ibu tersebut adalah Cucu Pujiah (48), warga Gang Banjar, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur. Dengan membawa anak bungsunya, Mega (19), yang merupakan anak berkebutuhan khusus (ABK), Cucu menawarkan dagangannya kepada warga seusai upacara.

Dengan suara lirih, Cucu menyusuri kerumunan warga yang tengah duduk dan bercengkerama. Satu per satu dagangannya ditawarkan kepada pembeli, tanpa mengenal lelah.

Cucu merupakan ibu dari delapan anak. Dua di antaranya telah meninggal dunia, sementara Mega menjadi anak bungsunya. Dua anaknya yang lain telah berkeluarga.

“Putra delapan, tinggal enam. Tapi bapaknya sudah tidak sehat, sudah tujuh tahun stroke,” ujar Cucu.

BPP Kecamatan Mande Sosialisasikan Kebijakan dan Distribusi Pupuk Subsidi

Kondisi tersebut membuat Cucu harus berjuang sendiri memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus merawat suaminya yang telah bertahun-tahun menderita stroke.

“Abdi nyalira sapalih, ngadamel sapalih,” katanya, yang berarti dirinya menjalani kehidupan dan bekerja sendiri.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Cucu berjualan gorengan dan makanan ringan. Ia juga membawa Mega yang kini berusia 19 tahun untuk menemaninya berjualan.

Meski telah menerima bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Cucu mengaku masih berharap mendapatkan bantuan lainnya untuk meringankan beban keluarganya.

“Alhamdulillah bantuan ada. Tapi saya ingin bantuan, karena sebelumnya suami yang bekerja mencari rezeki. Sekarang sudah tujuh tahun tidak sehat,” tuturnya.

Cianjur Jadi Tuan Rumah Gema Tunas V PKBM dan SKB Tingkat Jabar

Di tengah peringatan hari kemerdekaan, Cucu berharap pemerintah dapat memberikan perhatian kepada keluarganya. Baginya, kemerdekaan juga berarti kesempatan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak bagi masyarakat kecil.

Sementara itu, Mega yang terus mendampingi ibunya hanya menjawab singkat ketika ditanya namanya.

“Mega,” ucapnya.(**)

Exit mobile version