Site icon IDN Channel

Pembacokan Pelajar di Sukaluyu, Polisi Dalami Motif dan Peran Tiga Terduga

Polisi Dalami Kasus Pembacokan Pelajar di Sukaluyu.(foto: Rekan Media)

CIANJUR – Seorang pelajar SMK berusia 16 tahun mengalami luka serius setelah diduga dibacok senjata tajam di Kampung Babakanjati, Desa Sukaluyu, Kecamatan Sukaluyu, Cianjur, Kamis (15/10) malam. Polisi mengamankan tiga orang dan masih mendalami motif serta dugaan kesepakatan melalui Instagram sebelum kejadian.

Polisi mengamankan tiga orang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Penyidik masih mendalami motif dan kronologi kejadian, termasuk dugaan kesepakatan melalui media sosial sebelum peristiwa berlangsung.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban sedang nongkrong sambil bermain telepon genggam bersama temannya di sebuah warung pinggir jalan sekitar pukul 20.15 WIB. Dua sepeda motor yang masing-masing ditumpangi dua orang kemudian berhenti di lokasi.

Salah seorang dari mereka diduga langsung mengayunkan senjata tajam hingga melukai bagian kepala korban. Korban berteriak meminta pertolongan, kemudian warga bersama sejumlah orang di sekitar lokasi mengejar para terduga pelaku.

Dalam pengejaran tersebut, warga berhasil mengamankan tiga orang. Sementara itu, dua orang lainnya dilaporkan melarikan diri menggunakan sepeda motor.

KIPP Cianjur Sambangi Bawaslu, Dorong Pengawasan Demokrasi di Luar Tahapan Pemilu

Anggota Trantib Kecamatan Sukaluyu, Asep Toni, mengatakan petugas bersama unsur terkait mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Mereka membantu mengamankan situasi dan mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan.

“Korban kami evakuasi ke Puskesmas Sukaluyu. Karena mengalami luka serius, korban kemudian dirujuk ke RSUD Cianjur untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” ujarnya.

Kapolsek Sukaluyu IPTU Mulyadi melalui Kanit Reskrim AIPDA Yudha Widianto mengatakan, hasil pemeriksaan awal terhadap orang yang diamankan mengarah pada dugaan adanya kesepakatan melalui media sosial.

“Untuk sementara, hasil interogasi singkat dengan terduga yang diamankan, ada perjanjian melalui media sosial, Instagram, antara sekolah di Cilaku dan Sukaluyu,” paparnya, Jumat (16/10/2026).

Meski demikian, polisi belum menyimpulkan motif maupun rangkaian peristiwa secara pasti. Penyidik masih mendalami keterangan para pihak dan mengumpulkan bukti untuk memastikan keterlibatan masing-masing orang.

Pemkab Cianjur dan Polres Siapkan 600 Personel Amankan Pilkades Serentak 2026

Yudha menjelaskan, korban merupakan pelajar SMK kelas X yang diperkirakan berusia 16 tahun. Tiga orang yang diamankan terdiri atas dua orang dewasa dan satu anak di bawah umur.

Polisi membawa mereka ke Polsek Sukaluyu untuk mencegah kemungkinan terjadinya aksi lanjutan. Petugas juga mengantisipasi potensi aksi massa di sekitar lokasi kejadian.

“Pada malam itu, mereka langsung kami amankan ke Polsek karena ada aksi massa dan kami khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Kasus tersebut turut ramai diperbincangkan di media sosial dan dikaitkan dengan aksi geng motor. Namun, polisi masih menelusuri informasi tersebut dan mendalami dugaan kesepakatan melalui Instagram sebelum kejadian.

Karena perkara ini melibatkan anak yang berhadapan dengan hukum, identitas korban dan terduga pelaku anak tidak diungkap. Polisi masih melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta motif kejadian.(red)

Forum BUMDes Cianjur Resmi Dibentuk, Bidik Penguatan Ekonomi Desa
Exit mobile version