CIANJUR โ Kabupaten Cianjur masih kekurangan sekitar 1.400 guru untuk jenjang SD dan SMP. Disdikpora menyiapkan redistribusi tenaga pendidik untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur Ruhli Solehudin mengatakan, kekurangan guru tersebut tersebar di sejumlah wilayah.
Menurutnya, Disdikpora terus mencari solusi agar kekurangan tenaga pendidik tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar di sekolah.
“Sebagaimana telah disampaikan, Kabupaten Cianjur sampai saat ini kekurangan sekitar 1.400 orang. Ini karena adanya yang pensiun dan adanya yang mutasi,” paparnya, Senin 5 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, sebagian tenaga pendidik juga beralih menjadi tenaga teknis dengan status paruh waktu. Kondisi itu turut memengaruhi ketersediaan guru di sekolah.
Untuk mengatasi kekurangan tersebut, Disdikpora memanfaatkan guru yang masih memiliki jam mengajar pada jenjang SD.
Sementara pada jenjang SMP, sekolah dapat menyesuaikan pembagian tugas berdasarkan rumpun mata pelajaran. Guru IPS, misalnya, dapat mengajar mata pelajaran yang masih berkaitan dengan bidang tersebut.
“Yang paling terpenting, bagaimana kegiatan belajar mengajar di seluruh satuan pendidikan tetap terlayani. Jangan sampai kekurangan guru menghambat kegiatan belajar dan mengajar,” ujarnya.
Selain mengoptimalkan tenaga pendidik yang tersedia, Disdikpora juga menyiapkan redistribusi guru. Kebijakan tersebut bertujuan meratakan tenaga pendidik antara sekolah yang membutuhkan.
Ruhli mengatakan, redistribusi akan menjadi salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan guru, khususnya di wilayah Cianjur Selatan.
“Kami tetap akan mengadakan redistribusi untuk pemerataan di Kabupaten Cianjur. Mudah-mudahan dengan redistribusi ini kegiatan KBM di kecamatan, terutama Cianjur bagian Selatan, bisa terpenuhi,” katanya.
Disdikpora juga telah memetakan kebutuhan guru berdasarkan data pokok pendidikan (Dapodik). Pemetaan tersebut menjadi dasar pengajuan kebutuhan tenaga pendidik kepada pemerintah daerah.


