CIANJUR โ Ribuan PPPK paruh waktu dari berbagai instansi di Kabupaten Cianjur dipastikan bakal menyerbu Jakarta guna mengikuti Silaturahmi Nasional (Silatnas) bersama Aliansi Merah Putih pada 7 September 2026. Langkah ini diambil sebagai bentuk penyampaian aspirasi langsung kepada pemerintah pusat terkait kepastian masa depan dan hak kepegawaian mereka.
Persiapan keberangkatan dibahas dalam rapat koordinasi gabungan Forum Paruh Waktu Kabupaten Cianjur. Rapat digelar di Ikan Bakar Dapur Nyimas, Kampung Warung Tiwu, Desa Peuteuycondong, Kecamatan Cibeber, Minggu (23/8).
Ketua DPD Aliansi Paruh Waktu Indonesia Kabupaten Cianjur, Febi Muhamad Ramdan, mengatakan rapat tersebut dilakukan untuk menyatukan langkah sekaligus mempersiapkan delegasi Cianjur yang akan mengikuti Silatnas di Jakarta.
โRapat ini membahas persiapan keberangkatan serta poin-poin yang akan disampaikan dalam Silatnas nanti,โ kata Febi.
Menurutnya, salah satu tuntutan utama yang akan disuarakan dalam kegiatan tersebut adalah pengalihan status seluruh PPPK paruh waktu, dari berbagai profesi, menjadi PPPK penuh waktu pada 2026.
Selain persoalan status kepegawaian, para PPPK paruh waktu juga akan mendorong adanya perubahan sumber pembiayaan gaji. Mereka berharap pembiayaan gaji PPPK paruh waktu yang selama ini berkaitan dengan kemampuan anggaran daerah dapat dialihkan ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
โYang akan kami suarakan adalah pengalihan status PPPK paruh waktu semua profesi menjadi PPPK penuh waktu pada tahun 2026, kemudian pengalihan pembiayaan gaji dari APBD ke APBN,โ ujarnya.
Tuntutan lainnya berkaitan dengan kepastian regulasi. Aliansi meminta pemerintah segera menerbitkan petunjuk teknis (juknis) yang mengatur mekanisme pengalihan PPPK paruh waktu menjadi PPPK penuh waktu.
