Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi IPAL dalam keadaan baik. Air limbah yang keluar tampak jernih, tidak berbau, dan bersuhu hangat. Kondisi tersebut menunjukkan proses pengolahan limbah berjalan dengan baik.
Pihak SPPG juga telah menggunakan IPAL portable sebagai upaya mengelola limbah secara mandiri. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat mengurangi potensi pencemaran lingkungan, khususnya terhadap daerah aliran Sungai Citarum.
Selain memeriksa pengelolaan limbah, Kolonel Jhonson turut meninjau proses pengemasan makanan MBG. Ia menilai aspek kebersihan dalam pengemasan sama pentingnya dengan pemenuhan kebutuhan gizi bagi penerima manfaat.
“MBG ini program Pak Presiden yang sangat bagus. Kita harus jaga agar anak-anak penerima manfaat mendapatkan makanan yang sehat dan higienis,” katanya.
Kepala SPPG Hegarmanah 1, Arum Zultiara, S.Gz, mengapresiasi kunjungan dan pembinaan yang dilakukan jajaran Citarum Harum. Menurutnya, pihak SPPG berkomitmen menjaga standar operasional, baik dalam pengelolaan limbah maupun penyiapan makanan bagi ribuan penerima manfaat.
Di akhir kegiatan, Kolonel Jhonson mengajak pengelola SPPG dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan. Sinergi antara pelaksanaan program MBG dan pelestarian lingkungan diharapkan dapat berjalan beriringan sehingga kelestarian Citarum dan kesehatan generasi penerus dapat terus terjaga.(Atk)
