Keputusan tersebut diambil untuk mencegah keributan kembali terjadi dan menghindari kemungkinan jatuhnya korban.
Situasi kemudian semakin memanas setelah beredar informasi mengenai dugaan rencana penyekatan terhadap rombongan suporter Desa Simpang di perjalanan.
Irfan lantas berkoordinasi dengan aparat TNI-Polri dan mengikuti pergerakan rombongan suporter. Saat terjadi bentrokan, ia bersama seorang anggota Satpol PP berupaya memisahkan kedua kelompok.
Namun, upaya tersebut justru membuat Irfan terkena lemparan batu. Ia mengalami cedera pada kedua kakinya hingga tersungkur di tengah kerumunan.
โCamat Pasirkuda dengan didampingi satu anggota Satpol PP berupaya melerai kedua belah pihak agar tidak terjadi korban jiwa. Namun, saat itu terkena lemparan batu,โ ungkapnya.
Setelah aparat kepolisian dan TNI tiba di lokasi, bentrokan akhirnya dapat diredam. Irfan kemudian dievakuasi ke Puskesmas Pasirkuda dalam kondisi mengalami luka lebam, luka sobek pada kaki kiri, serta cedera serius pada kaki kanan.
Luka sobek pada kaki kiri harus mendapatkan jahitan. Sementara pemeriksaan terhadap kaki kanan menunjukkan adanya patah tulang akibat terkena lemparan batu.
Tidak terdapat korban dengan luka parah dari kalangan suporter. Sejumlah warga dilaporkan hanya mengalami luka memar.
Pasca-bentrokan, aparat gabungan dari sejumlah polsek dan koramil dikerahkan untuk mengamankan wilayah Kecamatan Pasirkuda. Pengamanan melibatkan personel Polsek Tanggeung, Pagelaran, Kadupandak, Cibinong, Cidaun, dan Sindangbarang, serta personel Koramil Pagelaran, Cibinong, dan Sindangbarang.
Pengamanan kemudian dilanjutkan dengan apel gabungan di depan Kantor Kecamatan Pasirkuda dan patroli untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.
โAlhamdulillah, berkat kesigapan semua pihak, keadaan kembali kondusif,โ pungkasnya.(Red)


