Pada tahun pertama, HIPMI menargetkan investasi meningkat 25 persen. Target tersebut kembali meningkat 25 persen pada tahun kedua dan 50 persen pada tahun ketiga.
Namun, Cahya mengakui pihaknya belum menetapkan target investasi dalam nominal rupiah. Menurutnya, pendataan mengenai kebutuhan investasi di Kabupaten Cianjur masih perlu dilakukan.
“Kita belum menghitung berapa banyak, karena persoalan hari ini kita belum mendata seberapa banyak sebenarnya kebutuhan investasi di Kabupaten Cianjur,” katanya.
Bupati Dorong Hilirisasi Komoditas
Sementara itu, Bupati Cianjur dr. Muhamad Wahyu Ferdian menyambut positif pelantikan kepengurusan baru HIPMI Cianjur. Menurutnya, regenerasi organisasi diharapkan mampu menghadirkan gagasan dan inovasi baru untuk mendorong perekonomian daerah.
“Kami melihat banyak wajah yang sudah berpengalaman dan juga ada wajah-wajah baru. Ini menjadi sesuatu yang baik karena regenerasi bisa menyegarkan organisasi HIPMI,” kata Wahyu.
Ia berharap HIPMI dapat menjadi salah satu pendongkrak roda perekonomian sekaligus memberikan kontribusi terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), khususnya melalui peningkatan perekonomian masyarakat.
Wahyu juga mendorong HIPMI ikut mengembangkan hilirisasi berbagai komoditas unggulan Cianjur. Di antaranya kelapa, kopi, cokelat dan teh yang selama ini sebagian masih dipasarkan dalam bentuk bahan mentah atau bahan baku.
“Di sini ada kelapa yang masih dijual dalam bentuk kelapa mentah, kopi masih dijual dalam bentuk biji kopi, lalu cokelat dan teh. Kami dari pemerintah daerah tentu mendukung langkah-langkah tersebut,” ujarnya.
HIPMI Diminta Jadi Mitra Strategis Pemda
Ketua Umum BPD HIPMI Jawa Barat, Radityo Egi Pratama, mengatakan HIPMI Cianjur diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah.
Menurutnya, HIPMI harus mampu menghadirkan inovasi sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Cianjur.
“HIPMI Cianjur bisa menjadi mitra strategis pemerintah, memberikan banyak inovasi dan kontribusi, khususnya untuk masyarakat yang ada di Cianjur,” kata Radityo.
Ia juga menilai sejumlah perubahan di Kabupaten Cianjur mulai terlihat, terutama dari aspek kebersihan dan penataan ruang terbuka hijau yang dinilainya semakin rapi.(**)
