Selain meningkatkan penghimpunan ZIS, BAZNAS Cianjur juga mendorong agar dana yang terkumpul tidak hanya disalurkan dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi diarahkan untuk program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Beberapa program yang disiapkan di antaranya pelatihan kewirausahaan bagi anggota koperasi prasejahtera, pemberian modal usaha produktif berbasis kelompok, serta pendampingan usaha agar dapat berkembang secara berkelanjutan.
โHarapannya, zakat tidak hanya meringankan beban hari ini, tetapi juga menjadi modal untuk membangun kemandirian ekonomi keluarga,โ ujarnya.
Hilman menilai sektor koperasi memiliki potensi besar dalam mendukung peningkatan penghimpunan ZIS di Kabupaten Cianjur. Keberadaan koperasi aktif dengan jumlah anggota yang cukup besar dinilai dapat menjadi salah satu sumber penghimpunan zakat apabila dikelola secara sistematis.
Dengan terbentuknya UPZ Dekopinda, BAZNAS Cianjur berharap sinergi antara lembaga zakat dan gerakan koperasi dapat semakin kuat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan potensi ZIS sekaligus memperluas manfaatnya bagi masyarakat yang membutuhkan.
Langkah tersebut juga diharapkan dapat mendorong pengelolaan zakat yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan jangka pendek, tetapi turut menciptakan kemandirian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Cianjur.(**)
